Buka Usaha Jelang Pensiun, Soto Seger Bening Hj. Tjipti Makin Ramai Berkat Konektivitas IM3

Yofamedia.com, Jakarta - Bagi Hj. Tjipti, masa pensiun bukan akhir dari aktivitas, melainkan awal babak baru sebagai pelaku usaha kuliner. Tiga tahun sebelum resmi pensiun dari sebuah BUMN, ia sudah lebih dulu menyiapkan “bekal” dengan membuka warung Soto Seger Bening Hj. Tjipti pada 2017. Langkah itu sengaja diambil sebagai masa uji coba, supaya saat memasuki masa pensiun ia tinggal melanjutkan usaha yang sudah berjalan.

Persiapan serius dilakukan jauh hari. Properti untuk berjualan sudah ia siapkan sepuluh tahun sebelum warung resmi dibuka. Baginya, lokasi strategis di pinggir jalan selalu punya potensi asal dimanfaatkan dengan maksimal. 

“Intinya kalau ada lokasi pinggir jalan, digunakan apa saja pasti menghasilkan. Istilahnya jual soto bisa ikut makan,” ujarnya, menggambarkan prinsipnya membangun usaha menjelang pensiun, ketika pendapatan tetap cenderung berkurang dan rutinitas kerja berubah.

Sesuai namanya, Soto Seger Bening Hj. Tjipti menyajikan soto berkuah bening lengkap dengan beragam topping sate-satean dan gorengan. Pelanggannya datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak kecil hingga lansia. 

Menu yang sederhana namun akrab di lidah membuat warung ini cepat punya pelanggan setia, terutama di kawasan Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan.

Sebelum memanfaatkan internet secara aktif, promosi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Brosur disebar ke sekitar, sementara papan nama dipasang agar pengguna jalan mudah mengenali keberadaan warung. 

Namun Hj. Tjipti menyadari, promosi saja tidak cukup tanpa rasa yang kuat dan konsisten. Tantangan utama di awal usaha justru terletak pada dapur. “Kami terus mencoba bumbu yang pas supaya ada repeat order. Kalau rasanya sudah standar dan nikmat, orang pasti datang lagi,” tuturnya.

Perjalanan usaha sempat tersendat ketika pandemi Covid-19 melanda. Pembatasan aktivitas membuat warung makan dilarang buka seperti biasa, sehingga omzet menurun drastis. Namun Hj. Tjipti masih bisa bertahan berkat modal pesangon yang ia sisihkan untuk menutup biaya operasional, sambil menunggu situasi membaik. Setelah aturan mulai longgar, warung perlahan kembali menggeliat, dibantu strategi baru yang lebih mengandalkan digital.

Sejak awal, Hj. Tjipti sebenarnya sudah melihat pentingnya saluran komunikasi modern. Ia mulai menggunakan Google Business untuk memudahkan pelanggan menemukan warungnya, sekaligus memanfaatkan sistem kasir digital dan CCTV untuk memantau operasional. 

Semua terhubung lewat ponsel keluarga yang menggunakan layanan Indosat. “Yang pertama kami lakukan adalah komunikasi pakai HP keluarga, dan semuanya pakai Indosat,” jelasnya.

Kini, hampir seluruh kegiatan usaha ditopang oleh satu gawai di genggaman. Dari ponsel itu, Hj. Tjipti dan keluarga membalas chat pelanggan, mencatat dan menerima pesanan, melakukan pembayaran pajak, memantau sistem kasir, hingga mengawasi CCTV warung dari mana saja. “Semua menggunakan HP ini, mulai dari balas chat, bayar pajak, terima order, sampai monitor CCTV,” katanya.

Koneksi internet yang stabil menjadi kebutuhan utama, terutama untuk layanan perbankan digital dan sistem kasir. Internet banking, pencatatan transaksi, hingga monitoring CCTV berjalan di atas jaringan yang sama. 

Menurutnya, keberadaan konektivitas yang andal sangat terasa manfaatnya, terutama untuk mendukung penjualan online di berbagai platform dan layanan pengantaran.

Dari sisi jangkauan, Soto Seger Bening Hj. Tjipti kini melayani pelanggan yang tersebar di berbagai titik Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Kemudahan akses lokasi lewat peta digital dan kemudahan kontak via ponsel membuat pelanggan baru lebih cepat menemukan warungnya. Di sisi lain, pelanggan lama tetap terjaga loyalitasnya berkat rasa soto yang konsisten dan komunikasi yang responsif.

Pertumbuhan usaha ini juga punya dampak positif bagi lingkungan sekitar. Hj. Tjipti mengaku bersyukur karena warga di sekitarnya justru ikut mendukung dan terlibat dalam operasional warung. 

“Alhamdulillah lingkungan kami banyak yang mendukung karena ikut bekerja,” ungkapnya. Dengan begitu, warung soto bukan hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja bagi orang lain.

Melihat pengalamannya, Hj. Tjipti menilai komunikasi digital sangat penting bagi UMKM, terutama untuk penjualan online dan promosi. Kehadiran internet membuat usaha kecil punya kesempatan yang sama untuk tampil di hadapan pelanggan, seperti halnya merek-merek besar. 

Ke depan, ia berencana mengembangkan Soto Seger Bening Hj. Tjipti dengan membuat website sendiri dan menambah varian menu saat kondisi ekonomi membaik. “Saat ini kami cenderung bertahan dulu, nanti kalau ekonomi lebih baik kami tambah varian,” katanya.

Sebagai pengguna setia IM3 dari Indosat Ooredoo Hutchison, Hj. Tjipti juga menyampaikan harapannya agar semakin banyak program pendampingan bagi pelaku UMKM. “Kami berharap dari IM3 lebih banyak melakukan sosialisasi dengan mengunjungi UMKM, supaya kami lebih cepat memahami cara memanfaatkan layanan digital,” tutupnya. 

Baginya, dukungan konektivitas dan edukasi digital akan menjadi kombinasi penting agar usaha kecil seperti Soto Seger Bening Hj. Tjipti bisa terus hidup dan berkembang, jauh setelah masa pensiun tiba. [Lia]

0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama
YofaMedia - Your Favourite Media
Ads2