Yofamedia.com, Jakarta - MD Pictures bersama Umbara Brothers Film resmi merilis final poster dan final trailer film horor lintas negara berjudul “402 Rumah Sakit Angker Korea”. Peluncuran itu dilakukan dalam konferensi pers yang dihadiri jajaran pemain dan para pembuat film.
Film ini menjadi salah satu horor yang cukup dinantikan tahun ini. Materi promosi terbarunya memperlihatkan nuansa teror yang lebih gelap, intens, dan penuh teka-teki dibandingkan materi sebelumnya.
Dalam final poster yang diperkenalkan kepada publik, unsur estetika Korea terlihat kuat melalui kemunculan boneka misterius berbaju tradisional Korea atau hanbok. Boneka tersebut tampak dikelilingi noda darah, sehingga menghadirkan kesan mencekam dan memperkuat misteri yang tersimpan di balik koridor rumah sakit terbengkalai.
Sementara itu, final trailer film tersebut membuka kejutan baru. Meski berlatar di rumah sakit angker di Korea Selatan, film ini juga memasukkan unsur mistis yang dekat dengan masyarakat Indonesia, yaitu permainan Jelangkung.
Kehadiran ritual pemanggilan arwah khas Nusantara itu menjadi salah satu elemen penting yang membedakan film ini dari materi aslinya. Unsur tersebut juga memberi warna baru pada kisah horor yang dikembangkan dari film original “Gonjiam: Haunted Asylum” karya Jung Bum-Sik.
Sutradara Anggy Umbara mengatakan, perpaduan budaya horor Indonesia dan Korea bukan sekadar tempelan cerita. Menurut dia, keputusan kreatif tersebut dibuat untuk menghadirkan pengalaman horor yang lebih segar dan tidak mudah ditebak.
“Kami tidak ingin sekadar memindahkan cerita. Kehadiran boneka ber-hanbok dan ritual Jelangkung di dalam Rumah Sakit Yongwon adalah jembatan kultural yang membuat terornya terasa dekat sekaligus tak tertebak. Ini adalah eksperimen horor paling ambisius yang pernah saya arahkan,” jelas Anggy Umbara.
Aktor utama Arbani Yasiz juga menilai film ini tidak hanya menawarkan ketakutan visual. Ia menyebut karakter Juna, yang ia perankan, harus menghadapi tekanan psikologis yang semakin berat sepanjang cerita.
“Di final trailer ini penonton bisa melihat kalau taruhannya sudah bukan lagi soal views atau popularitas, tapi bertahan hidup. Karakter Juna yang saya mainkan bakal membawa penonton merasakan langsung kepanikan saat sadar bahwa ritual lokal yang kita bawa justru memicu sesuatu yang jauh lebih gelap di sana. Tekanannya benar-benar terasa nyata sampai ke lokasi syuting,” ujar Arbani Yasiz.
Pernyataan senada disampaikan Saputra Kori. Ia mengatakan atmosfer Rumah Sakit Yongwon dibangun secara intens agar penonton merasakan teror sejak awal hingga akhir film. Menurutnya, setiap sudut rumah sakit dalam film tersebut dirancang untuk memberi tekanan mental kepada karakter maupun penonton.
“Setiap sudut Rumah Sakit Yongwon di film ini hadir untuk meneror mental. Visual boneka hanbok berdarah itu baru sebagian kecil; ketakutan saat adegan Jelangkung itu dimulai adalah momen di mana kami semua, bahkan sebagai aktor, merasa merinding beneran. Penonton bioskop harus bersiap untuk sebuah pengalaman yang sangat emosional,” ungkap Saputra Kori.
Sebelum tayang di bioskop Indonesia, “402 Rumah Sakit Angker Korea” juga berhasil menembus panggung internasional. Film ini dinyatakan masuk Official Selection dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival atau BiFan 2026.
Film tersebut akan diputar dalam program Gala Presentation. Untuk pasar internasional, film ini menggunakan judul “Korean Haunted Hospital”. Sementara untuk penayangan di Korea Selatan, film ini memakai judul resmi “폐병원 402” atau “Pye-byeong-won 402”.
Capaian tersebut menjadi langkah penting bagi film horor Indonesia di pasar global. Selain membawa unsur lokal melalui ritual Jelangkung, film ini juga mencoba menghadirkan isu kontemporer tentang budaya streaming dan konsumsi konten digital.
Programmer BiFan, Martin Lee, menyampaikan bahwa film ini mampu mempertahankan ketegangan dari versi orisinalnya, namun tetap memberi pengalaman baru yang relevan dengan penonton masa kini.
"Tanpa menghilangkan esensi premis dan ketegangan dari versi orisinalnya, film ini dengan cermat mengangkat fenomena budaya streaming dan pola konsumsi konten modern, membawa sebuah pengalaman baru yang relevan dengan masa kini. Karya ini menghadirkan keseruan baru bagi para penggemar lama, sekaligus menyuguhkan sensasi ketegangan dan ketakutan yang mendalam bagi penonton yang baru pertama kali menyelami kisahnya."
Dengan perpaduan horor Korea, ritual lokal Indonesia, dan latar rumah sakit terbengkalai, film ini menyiapkan pengalaman teror yang berbeda bagi penonton bioskop. Cerita tentang Ruangan 402 di Rumah Sakit Yongwon menjadi pusat misteri yang akan membuka rangkaian kejadian mencekam.
“402 Rumah Sakit Angker Korea” dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. [Lia]


Posting Komentar