Yofamedia.com, Jakarta - Series A Little White Lie diadaptasi oleh Maxstream TV dengan Lesley Simpson sebagai executive producer, serta diproduksi Unlimited Production dengan Oswin Bonifanz sebagai produser. Proyek ini disutradarai Sondang Pratama, ditulis Cassandra Massardi, dan dibintangi Jerome Kurnia, Calista Arum, Junior Robert, Adel Reva, Shania Gracia, Ciccio Manassero, Naura Hakim, Donny Damara, dan Teuku Rizky.
Cerita berpusat pada Ocha, mantan murid berprestasi yang baru terkena PHK, namun tetap datang ke reuni SD di Hotel Gala milik Adit. Kepulangan itu membuka kembali rasa minder ketika ia harus berhadapan dengan teman-teman lama yang tampak “menang” dalam hidup.
Di acara tersebut, ia bertemu Kian dan Quinn yang terlihat seperti pasangan ideal, Jeannette, Harlan, serta Shira yang dulu sahabat sebangkunya. Ia juga menanti kehadiran Bintang, karena ingin menuntaskan rasa penasaran tentang “surat-surat rahasia” yang dulu menolongnya bangkit setelah tragedi keluarga.
Nostalgia reuni berubah ricuh ketika demonstrasi di hotel berujung kerusuhan, lalu tuduhan perampasan lahan membuat pemilik hotel itu mendadak viral. Tekanan makin besar saat Ben mengancam mengambil alih bisnis bila reputasi tak segera dipulihkan, sehingga langkah rebranding menjadi taruhan utama.
Dalam situasi itu, sang konsultan branding mengajak tokoh utama bergabung, sekaligus membuka rangkaian “kebohongan kecil” yang berawal dari upaya menutupi kondisi ekonomi. Ia mengaku butuh ponsel terbaru untuk kebutuhan konten, sementara di sisi lain ia justru memergoki “anak kaya” yang ternyata bekerja sebagai penjual daging—dan rahasia itu menjadi barter yang mempertemukan kebutuhan, rasa malu, serta solidaritas yang tak terduga.
Strategi pemulihan citra perlahan bekerja, tetapi keberhasilan justru memantik retak baru: ego, rasa tersisih, dan salah paham antar-sahabat. Di saat bersamaan, lapisan rahasia bertambah tebal mulai dari perselingkuhan yang memecah pertemanan, hingga fakta identitas penulis surat yang selama ini disangka orang lain.
Puncak emosi muncul saat sebuah perayaan ulang tahun berubah menjadi momen pengungkapan penyakit serius yang memerlukan transplantasi, sekaligus ujian ketulusan di antara mereka. Rangkaian konflik makin gelap ketika terkuak keterkaitan kasus lama yang menghantui masa lalu, disusul krisis finansial yang memaksa seseorang berutang pada pihak yang justru ingin menjatuhkan, membuat kepercayaan runtuh satu per satu.
Menjelang akhir, sang tokoh utama memilih menjauh dan membangun diri melalui usaha branding consultant, namun kesepian tetap membayangi hingga kabar duka mempertemukan kembali mereka. Kisah ditutup dengan penegasan pilihan dan keberanian mengungkap perasaan di ruang publik, sementara benang merah “kebohongan kecil” diselesaikan lewat konsekuensi hukum, rekonsiliasi, serta simbol perpisahan: para sahabat menulis surat kenangan, menyimpannya dalam time capsule, lalu menanam pohon untuk mengenang yang telah tiada. [Lia]

Posting Komentar