Film Perdana Entelekey Sinema Indonesia, Bapakmu Kiper Angkat Serunya Dunia Tarkam, Tayang 2026

Yofamedia.com, Jakarta - Entelekey Sinema Indonesia (ESI), rumah produksi di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI), resmi memperkenalkan proyek film layar lebar perdana mereka berjudul Bapakmu Kiper. 

Mengusung genre komedi-olahraga, film ini mengangkat budaya sepak bola tarkam tradisi pertandingan antarkampung yang begitu lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia dan dijadwalkan rilis di bioskop pada 2026.

Film ini akan digarap di bawah arahan sutradara Ody C. Harahap. Bapakmu Kiper dibintangi Ali Fikry, Fedi Nuril, Tanta Ginting, Augie Fantinus, Neysa Chandria, serta sejumlah aktor lainnya. Skenario film ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut.

Kisah Bapakmu Kiper berpusat pada Ronaldhino Sujatmiko alias Dino (18). Selama tujuh tahun, Dino menyimpan keyakinan bahwa kematian ibunya terjadi akibat kesalahan ayahnya, Warto (39) tukang ikan sekaligus mantan jago tarkam yang disebut lebih mahir berjudi bola. Sejak peristiwa itu, Dino memilih untuk tidak menaruh harapan besar pada sosok ayahnya.

Kesempatan Dino untuk keluar dari kehidupan kampung muncul ketika Tarkam Super Cup hadir sebagai panggung terakhir pencarian bakat, sebelum peluang menuju liga profesional benar-benar tertutup. Namun, masalah datang saat tim andalannya justru direbut pihak lain menjelang final.

Di tengah situasi genting itu, Warto mencoba menebus kesalahan masa lalu dengan langkah nekat: membentuk tim baru yang berisi para pemain “Serigala tua”. Dengan kondisi fisik yang tak lagi prima, persiapan yang serba minim, hingga keputusan meminta bantuan dukun, Warto mempertaruhkan segalanya—apakah ini akan menyelamatkan mimpi Dino atau justru menghancurkannya.

Salah satu pemeran utama, Fedi Nuril, menilai film ini menarik karena mengangkat ranah yang jarang disentuh film Indonesia, yakni dunia tarkam. Ia menyebut kebanyakan film bertema sepak bola lebih sering menyorot level profesional.

“Banyak film tentang sepak bola profesional, tapi cerita soal tarkam, pertandingan antar-kampung, jarang sekali muncul. Itu yang membuat saya tertarik ikut terlibat dalam film Bapakmu Kiper. Ceritanya lucu, hangat, dan punya kedekatan emosional dengan banyak keluarga Indonesia,” kata Fedi.

Selain mengulik hubungan ayah dan anak, film ini juga memperlihatkan tarkam sebagai dunianya sendiri tempat bakat muda diuji, ambisi tumbuh, dan solidaritas terbentuk. Ruang itu pula yang memberi kesempatan bagi sang sutradara untuk mengeksplorasi gaya visual dan komedi khas film ini.

Ody C. Harahap menuturkan bahwa proyek ini menjadi pengalaman baru baginya, sekaligus tantangan yang justru membuatnya kian antusias. Ia mengaku banyak sisi menarik dari tarkam yang layak dibawa ke layar lebar.

“Ini pertama kalinya saya menggarap film bertema olahraga, dan justru itu yang membuat saya semakin bersemangat. Dunia tarkam itu punya banyak hal menarik untuk diangkat ke layar lebar, dari dinamika pemain, persaingan sengit di lapangan, sampai momen-momen lucu yang akrab dengan kehidupan kampung,” ujar Ody.

Dari sisi produksi, produser film Arci Fadillah menyampaikan bahwa pemilihan Ody C. Harahap dan tim Katatinut dilakukan karena kesesuaian gaya dengan warna cerita yang ingin dibangun ESI.

“Kami menggandeng Mas Ody karena gaya penyutradaraannya dan sentuhan komedinya pas dengan film Bapakmu Kiper, begitu juga tim Katatinut. Kolaborasi ini membuat kami yakin Bapakmu Kiper akan jadi film komedi-olahraga yang seru dan menghibur,” kata Arci.

Sebagai proyek perdana, Bapakmu Kiper disebut menjadi penanda arah kreatif ESI. Film ini juga menjadi pijakan awal standar produksi, kekuatan narasi, hingga pilihan genre yang ingin terus dikembangkan perusahaan dalam perjalanan mereka di industri film nasional.

Direktur Utama ESI, Garnet Geraldine, menyatakan bahwa ESI dibentuk sebagai lini produksi film di bawah EMI dengan komitmen menghadirkan cerita yang relevan dan kuat secara kreatif.

“ESI hadir sebagai lini produksi film di bawah EMI, dengan komitmen menghadirkan cerita-cerita yang rapi, kuat secara kreatif, dan relevan bagi penonton. Melalui Bapakmu Kiper sebagai proyek perdana, kami berharap dapat berkontribusi pada perkembangan film Indonesia sekaligus menetapkan standar bagi karya-karya kami ke depan,” ujar Garnet.

Bapakmu Kiper menjadi awal perjalanan ESI untuk menghadirkan cerita-cerita segar di layar lebar. Proses produksi disebut akan segera dimulai, sementara informasi dan pembaruan resmi film dapat diikuti melalui akun media sosial @entelekeymediaid. [Lia]

0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama
YofaMedia - Your Favourite Media
Ads2