Yofamedia.com, Bekasi - Band pendatang baru The Papa’s memperkenalkan single perdana mereka berjudul “Menghilang” dalam acara perilisan di Kalingga Sun Coffe, Bekasi, Jumat, 5 Juni 2026. Lagu ini menjadi langkah awal The Papa’s untuk masuk ke industri musik dengan warna pop rock yang emosional.
Single “Menghilang” ditulis oleh Windu. Ia menyebut lagu tersebut lahir dari pengamatan terhadap cerita percintaan anak muda, termasuk pengalaman personal yang pernah ia rasakan.
“Lagu Menghilang ini terinspirasi dari beberapa kejadian, kebanyakan dari teman-teman yang saya sebut anak Gen Z. Saya juga pernah mengalami hal yang sama,” ujar Windu dalam sesi konferensi pers di Kalingga Sun Coffe, Jumat (5/6/2026).
Windu menjelaskan, lagu tersebut mengangkat kisah sepasang kekasih yang pernah menjalani hubungan baik, namun harus berpisah karena satu keadaan. Setelah dipertemukan kembali, keduanya justru memilih untuk tidak melanjutkan hubungan tersebut.
“Saya mencoba menuangkan cerita sepasang kekasih yang sebelumnya punya hubungan baik, lalu karena satu hal mereka putus. Ketika dipertemukan kembali, akhirnya mereka memilih tidak berlanjut lagi,” katanya.
Menurut Windu, proses pembuatan lagu ini dimulai sejak Agustus tahun lalu. Sebelum masuk tahap aransemen, ia melakukan beberapa kali revisi agar pesan emosional dalam lagu tersebut dapat tersampaikan dengan tepat.
“Kalau revisi lagunya kurang lebih sekitar lima sampai enam kali sebelum akhirnya diaransemen ulang,” ucap Windu.
Dari beberapa materi lagu yang disiapkan, “Menghilang” akhirnya dipilih sebagai single perdana The Papa’s. Windu mengatakan pilihan itu juga mendapat dukungan dari arranger sekaligus keyboardis The Papa’s, Bradley, serta Mas Wendy, basis Bagindaz, yang terlibat dalam proses mixing dan mastering.
“Dari beberapa pilihan, arranger saya memilih Menghilang. Ketika proses mixing dan mastering di tempat Mas Wendy, basis Bagindaz, beliau juga memilih lagu ini untuk single perdana,” tutur Windu.
Bradley menambahkan, The Papa’s sengaja tidak membawa lagu ini ke arah pop murni maupun rock murni. Menurutnya, band ini ingin menghadirkan warna yang berbeda dari tren musik band saat ini, namun tetap mudah diterima pendengar.
“Kalau rock banget, rasanya sudah terlalu jauh dari pasar sekarang. Kalau pop banget, band pop juga sudah banyak. Jadi kami coba ada di tengah-tengah, pop rock, tapi dengan gameplay era 2005-2006,” kata Bradley.
Ia menyebut karakter vokal Sky dan permainan gitar Metz turut memberi warna rock dalam lagu tersebut. Dengan begitu, “Menghilang” tetap memiliki sisi melankolis, namun tidak kehilangan energi band.
“Basenya memang pop, tapi dengan karakter suara Sky dan sound gitar Metz, ada nilai rocknya. Jadi hasil akhirnya bukan pop murni,” ujar Bradley.
Sky sebagai vokalis mengaku tidak mudah membawakan lagu “Menghilang”. Ia harus menahan karakter vokal rock yang menjadi dasar bernyanyinya agar tetap sesuai dengan rasa lagu.
“Jawabannya sangat sulit. Di sini saya harus benar-benar menahan suara, tapi justru dari menahan itu lagunya jadi terasa manis,” ujar Sky.
Ia juga menyebut proses pengisian vokal menjadi ruang eksplorasi bagi dirinya. Menurut Sky, Bradley sebagai arranger berhasil membuat para personel keluar dari zona nyaman masing-masing tanpa menghilangkan nyawa lagu.
“Arranger kami berhasil membuat saya terjebak di situ. Dia minta saya keluar dari karakter classic rock, tapi tetap membuat lagu ini manis walaupun dengan karakter suara yang kasar,” katanya.
Melalui “Menghilang”, The Papa’s ingin memperkenalkan identitas awal mereka sebagai band yang membawa cerita personal, emosi kuat, dan sentuhan pop rock. Lagu ini menjadi pintu pembuka sebelum mereka merilis karya-karya berikutnya. [Lia]

Posting Komentar