Film Nobody Loves Kay Coba Menjadi Jembatan Dialog Anak dan Orangtua

Yofamedia.com, Jakarta - Suasana berbeda terasa di Senayan City XXI, Jakarta Pusat, Kamis (28/5). Menjelang perilisan resminya, film drama remaja Nobody Loves Kay menggelar malam gala premiere yang berlangsung meriah sekaligus emosional. Antusiasme penonton terlihat sejak awal acara dimulai. Ribuan penggemar, pelaku industri film, hingga komunitas e-sports memadati lokasi untuk menyaksikan film yang sejak awal telah mencuri perhatian publik tersebut.

‎Film hasil kolaborasi ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films bersama Visinema Pictures itu sukses menghadirkan pengalaman emosional bagi para penonton. Tidak sedikit yang terlihat larut dalam cerita hingga menitikkan air mata selama pemutaran berlangsung.

Nobody Loves Kay terinspirasi dari perjalanan hidup pro player Mobile Legends asal Filipina, ONIC Kairi. Lewat film garapan Bernardus Raka ini, penonton diajak menyelami kisah seorang anak muda yang berusaha mempertahankan mimpinya di tengah pandangan orang-orang yang menganggap pilihan hidupnya tidak biasa.

‎Momen paling menyentuh di malam itu hadir ketika ONIC Kairi muncul langsung di hadapan para penonton. Sosok yang menjadi inspirasi utama karakter Kay tersebut mengaku terkejut sekaligus terharu melihat kisah hidupnya diangkat ke layar lebar dengan pendekatan yang begitu personal dan emosional.

‎“Enggak nyangka orang-orang bisa merasa sedekat itu dengan kisah perjuangan aku. Terima kasih untuk semua yang terlibat di film ini, sudah memberikan experience yang luar biasa ini,” ujar Kairi.

‎Film ini mengikuti perjalanan Kay, seorang remaja yang bermimpi menjadi pro player di tengah berbagai tekanan hidup. Dalam prosesnya, ia harus menghadapi konflik dengan keluarga, keretakan persahabatan, hingga rasa kehilangan arah akibat ambisi yang terlalu besar. Namun, dari titik terendah itulah, Kay perlahan belajar memahami arti perjuangan, pengorbanan, dan pentingnya orang-orang di sekitarnya.

Cerita kemudian berkembang hingga memperlihatkan perjalanan Kay bangkit dan berhasil mencapai level tertinggi dunia e-sports. Bertahun-tahun kemudian, ia berdiri di panggung final kompetisi Mobile Legends dunia dan dipertemukan kembali dengan Ido, sahabat lamanya yang kini berubah menjadi rival terbesar.

‎Diperkuat jajaran pemain muda seperti Bima Azriel sebagai Kay, Rey Bong sebagai Ido, Joshia Frederico sebagai Aurelio, dan Aurora Ribero sebagai Amanda, Nobody Loves Kay hadir bukan hanya sebagai film tentang kompetisi game, melainkan juga potret emosional tentang mimpi besar dan perjuangan anak muda masa kini untuk mendapatkan pengakuan atas jalan hidup yang mereka pilih. [Red]



0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama
YofaMedia - Your Favourite Media
Ads2