Kisah berpusat pada perjuangan Suzzanna yang diperankan oleh Luna Maya dalam menghadapi penindasan penguasa desa bernama Bisman yang dimainkan oleh Clift Sangra. Bisman yang haus kekuasaan tega menyantet ayah Suzzanna hingga tewas, sebuah tragedi yang mendorong Suzzanna masuk ke dalam kegelapan ilmu santet. Di tengah misi balas dendam tersebut, muncul Pramuja, seorang aktivis perlawanan warga desa yang jatuh cinta pada Suzzanna.
Reza Rahadian yang memerankan karakter Pramuja melihat film ini sebagai sebuah gebrakan baru dalam genre horor. Menurutnya, pendekatan kreatif yang diambil oleh Sunil Soraya sangat berani karena menyelipkan isu-isu yang sangat relevan dengan kehidupan nyata. Film ini tidak hanya menjual ketakutan, tetapi juga menyentil tentang bagaimana kekuasaan sering kali disalahgunakan untuk menindas kelas sosial bawah.
“Bagi saya, ini adalah langkah berani dari Pak Sunil dan Soraya Intercine Films dalam mengangkat cerita Suzzanna di Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Film ini berbicara tentang relasi manusia, isu kelas sosial, hingga tentang penyalahgunaan dan kesewenangan kekuasaan. Grande secara cerita dan pendekatan kreatif,” kata Reza Rahadian.
Sebagai produser, Sunil Soraya menegaskan bahwa film ini mencetak sejarah baru dalam perjalanan waralaba Suzzanna. Pengerjaan desain produksinya dilakukan dengan skala yang sangat besar, melibatkan ratusan pemeran dan adegan ikonik yang dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang memuaskan. Sunil menargetkan film ini menjadi pilihan utama hiburan keluarga saat merayakan Idulfitri nanti.
“Di film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, kami menghadirkan hiburan tontonan horor yang belum pernah ada dari IP Suzzanna sebelumnya, dan akan menjadi sejarah baru dalam perjalanannya. Film ini sangat tepat menjadi tontonan bersama keluarga dan teman-teman saat Lebaran. Entertainment value yang besar, ada pesan moral yang juga disampaikan, menjadikan film ini pilihan utama saat Lebaran,” ujar Sunil Soraya.
Luna Maya kembali menunjukkan totalitasnya dengan memerankan Suzzanna untuk ketiga kalinya. Meski sudah berpengalaman, ia merasa ada perkembangan karakter yang signifikan di film ini. Penonton akan melihat sisi manusiawi Suzzanna yang penuh warna, mulai dari momen-momen penuh tawa hingga perjuangan batin yang menyedihkan dalam balutan aksi yang menegangkan.
“Di film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ceritanya sangat kaya. Ada komedi, drama, dan ada begitu banyak genre yang ada di sini. Jadi secara cerita utuh. Seperti kita sedang ada di dunia ini, bahwa terkadang kita tertawa, kadang sedih, kadang ada romance-nya, bahkan kadang-kadang ada action-nya juga. Aku sangat menikmati, tumbuh dan berkembang bersama karakter Suzzanna,” ujar Luna Maya.
Film yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis ini juga diperkuat oleh ansambel aktor lintas generasi. Mulai dari aktor kawakan seperti El Manik dan Piet Pagau, hingga komedian seperti Azis Gagap, Ence Bagus, dan Nunung. Kehadiran para komedian ini memberikan lapisan hiburan yang membuat suasana film tetap dinamis dan tidak hanya terpaku pada ketegangan horor semata.
Luna Maya bahkan berani melakukan adegan berbahaya tanpa pemeran pengganti, termasuk saat ia harus hanyut di sungai demi kepentingan cerita. Baginya, kemegahan film ini harus diimbangi dengan performa yang maksimal agar hasil akhirnya benar-benar meledak di pasaran. Momen Lebaran dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menyuguhkan tontonan dengan skala grande seperti ini.
“Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menurut aku filmnya benar-benar grande. Saat nonton di libur Lebaran, akan terasa seperti disuguhkan tayangan yang sangat ‘meledak-ledak,’” tambah Luna Maya dengan penuh keyakinan.
Sinopsis film mengungkap konflik batin yang dalam, di mana Suzzanna harus memilih antara melanjutkan misi balas dendamnya kepada Bisman atau mempertaruhkan segalanya demi cintanya kepada Pramuja. Penonton akan disuguhi kejutan mengenai kekuatan Bisman yang ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan sebelumnya, membuat perjalanan Suzzanna menjadi penuh risiko.
Secara keseluruhan, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa adalah kombinasi antara kemewahan visual, kedalaman cerita, dan totalitas akting para pemainnya. Dengan naskah yang ditulis oleh tim berpengalaman, film ini siap menjadi fenomena baru dalam industri film horor tanah air sekaligus menjadi refleksi tentang nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam bagi siapa pun yang menontonnya. [Red]

Posting Komentar