Yofamedia.com, Jakarta - Maxim Indonesia mempublikasikan laporan terbaru terkait tren mobilitas dan pemanfaatan layanan transportasi online sepanjang 2025. Data yang dihimpun dari lebih dari 400 kota di Indonesia itu memotret komposisi pengguna berdasarkan kelompok usia, sekaligus aktivitas pemesanan yang terjadi di berbagai wilayah.
Hasil analisis Maxim menunjukkan layanan transportasi online paling banyak digunakan oleh kelompok usia produktif. Sebanyak 53 persen pelanggan Maxim berasal dari rentang usia 26–40 tahun, menjadikannya segmen terbesar secara nasional. Sementara itu, pengguna berusia 11–25 tahun tercatat sebesar 31 persen, dan kelompok usia 41–60 tahun menyumbang 16 persen dari total pelanggan Maxim di Indonesia.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menyatakan dominasi usia produktif tampak menonjol di kota-kota dengan aktivitas ekonomi yang tinggi. Meski begitu, ia menilai layanan transportasi online juga telah menjadi pilihan mobilitas lintas generasi. “Kelompok usia produktif masih menjadi pengguna utama layanan transportasi online, terutama di kota kota dengan aktivitas ekonomi yang tinggi. Namun, kami juga melihat bahwa layanan transportasi online telah dimanfaatkan oleh berbagai kelompok usia sebagai solusi mobilitas sehari hari,” kata Dirhamsyah.
Dari sisi transaksi, kelompok usia 26–40 tahun juga menjadi penyumbang terbesar dengan menghasilkan 50 persen dari total pesanan layanan Maxim secara nasional. Pelanggan usia 11–25 tahun menyumbang 33,5 persen dari total pesanan, sementara kelompok usia 41–60 tahun berkontribusi 16,5 persen terhadap keseluruhan transaksi.
Secara wilayah, Jakarta tercatat sebagai kota dengan jumlah pengguna tertinggi di seluruh kategori usia. Pada segmen usia 11–25 tahun, Jakarta berkontribusi 8 persen dari total pengguna nasional, diikuti Palembang sebesar 4 persen. Untuk kelompok usia 26–40 tahun, Jakarta kembali memimpin dengan kontribusi 10 persen, disusul Semarang sebesar 5 persen. Sementara pada segmen usia 41–60 tahun, Jakarta mencatat kontribusi tertinggi 12 persen, dengan Semarang berada di urutan berikutnya sebesar 6 persen.
Temuan tersebut memperlihatkan layanan transportasi online semakin melekat dalam kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah dengan pergerakan ekonomi yang padat. Tingginya partisipasi pengguna usia produktif menegaskan peran layanan ini sebagai penunjang aktivitas kerja, pendidikan, hingga mobilitas harian.
Dengan cakupan data dari ratusan kota, laporan Maxim dinilai memberi gambaran menyeluruh mengenai pola penggunaan transportasi online di Indonesia selama 2025, baik dari sisi demografi pengguna maupun persebaran aktivitas pemesanan di berbagai daerah. [Lia]

Posting Komentar