Follow Me, Sebuah Film Bergenre Horor Misteri Ala Escape Room

Yofamedia.com - Follow me adalah film bergenre petualangan horror misteri yang disutradarai oleh Will Wernick, sutradara terkenal yang juga memproduseri film “No Escape”. Film ini menceritakan tentang Cole Turner (Keagan Allen), seorang vlogger ternama asal AS yang ingin merayakan 10 tahun kanal videonya. 

Untuk merayakan hal itu, Dash (George Janko) yang merupakan salah seorang teman Cole, menyarankan Cole untuk menerima tantangan seorang jutawan muda asal Moscow yang bernama Alexei (Ronen Rubinstein). Oleh Alexei, Cole diminta untuk keluar dari “Escape Room”  yang berada di Moscow, Rusia.

“Escape Room” itu diketahui merupakan penjara Bolshevik, penjara bekas Uni Soviet yang biasa digunakan untuk menyiksa dan membunuh musuh negara dengan keji. Mengetahui bahwa tantangan ini merupakan satu-satunya di dunia yang diciptakan khusus untuk Cole, vlogger itu menjadi sangat bersemangat. Ia kemudian mengajak kekasihnya Erin (Holland Roden), dan ketiga temannya, Dash, Thomas (Denzel Whitaker), dan Sam (Siya) untuk bergabung dalam tantangan ini. 

Cole, kekasihnya, dan teman-temannya akhirnya terbang dari AS ke Moscow demi tantangan ini. Setibanya di Moscow, ia disambut Alexei yang kemudian memberikannya akomodasi mewah selama berada di kota itu. 

Sayangnya, saat menerima usulan untuk tantangan “Escape Room”, Cole tidak pernah menyadari bahaya apa yang mengintainya dan teman-temannya yang bahkan membuatnya tidak dapat membedakan mana yang kenyataan dan mana yang bukan.

Dalam cerita, situasi mulai berubah sangat kacau ketika Cole beserta timnya mulai mengikuti tantangan “Escape Room”. Cole yang awalnya berpikir bahwa tantangan itu hanya merupakan permainan, lama-lama percaya bahwa itu adalah mimpi buruk. Mimpi buruk yang bahkan dapat membuatnya kehilangan orang-orang tersayang di sekelilingnya.  

Menggunakan seting tempat penjara Uni Soviet yang notabene memiliki stigma sangat menyeramkan bagi warga AS, tone dalam Follow Me menyalurkan sensasi ketegangan yang luar biasa. Alat-alat penyiksaan brutal yang biasa digunakan untuk mengeksekusi tawanan perang Uni Soviet, misalnya kusi listrik, telah membuat atmosfir ketegangan semakin kental. 

Dari sisi pembangunan karakter, beberapa dialog Cole juga sempat “menyentil” issue sosial tentang pencitraan di sosial media. Pandangan ini terefleksikan dari penyataan Cole yang menilai bahwa karakter aslinya, sebenarnya sangat berbeda dengan apa yang terlihat di kanal videonya. Namun, dari semua bagian di film ini, yang paling menarik terletak bagian akhir cerita. Pada bagian ini, penonton akan disuguhkan dengan plot yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya.

Dalam press screening film Follow Me ini, pada bagian akhirnya ditutup dengan games seru serta pembagian hadiah. Saat games berlangsung, beberapa penonton yang berani tampil diminta untuk maju ke depan dan menerima tantangan. Penonton yang antusias berlari ke depan untuk memperebutkan hadiah yang ditawarkan. 

Empat penonton tercepat yang beruntung kemudian diminta untuk memilih salah satu dari alat yang ditampilkan dalam film beserta alasan pemilihannya. Mereka juga diminta untuk menguploadnya ke Instagram untuk mendapatkan hadiah menarik. [Red]



0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama
YofaMedia - Your Favourite Media
Ads2