Yofamedia.com, Jakarta - Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 yang berlangsung di ITC Cempaka Mas, Jakarta, Minggu (20/9/2026), tidak hanya menjadi ajang pencarian model muda berbakat. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) tersebut juga menjadi wadah pembinaan talenta muda untuk berkembang di berbagai bidang industri kreatif, seperti seni peran, musik, pembawa acara hingga perfilman.
Ajang tersebut sekaligus menandai perjalanan 40 tahun Majalah Model Indonesia dalam mencari dan mengembangkan potensi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum YAPMI Iwan Masse Setiawan mengatakan, para peserta yang mengikuti ajang ini diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing.
“Anak-anak ini bukan hanya dilatih menjadi model. Mereka juga bisa menjadi MC, penyanyi, pemain film dan mengembangkan bakat-bakat lainnya,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, peserta yang memiliki potensi akan mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan lanjutan melalui berbagai program yang disiapkan YAPMI, termasuk peluang terlibat dalam industri hiburan dan perfilman.
YAPMI Siapkan Sekolah Film Gratis bagi Talenta Muda
Sebagai bagian dari pengembangan kemampuan peserta, YAPMI tengah menyiapkan program pendidikan perfilman melalui sekolah film gratis bagi angkatan pertama.
Program tersebut dirancang berlangsung selama tiga bulan dengan jadwal pelatihan setiap Sabtu. Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan nantinya akan mendapatkan sertifikat.
“Harapannya mereka bisa bekerja di produksi-produksi nasional bahkan internasional,” kata Iwan.
Melalui sekolah film tersebut, peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai proses produksi film sekaligus keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki industri kreatif.
Finalis Berpotensi Mengikuti Casting Film
Selain pembinaan di bidang modeling, YAPMI juga membuka peluang bagi peserta yang memiliki kemampuan untuk mengikuti proses seleksi film yang tengah dipersiapkan melalui PPI YAPMI Film Produksi.
Iwan mengatakan, peserta Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 yang memenuhi kriteria akan mendapatkan kesempatan mengikuti proses casting.
“Hubungannya nanti anak-anak ini yang kami seleksi untuk main film tersebut,” ujarnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya YAPMI memperluas jalur pengembangan talenta muda agar tidak hanya berhenti di dunia modeling, tetapi juga dapat berkembang ke bidang seni peran dan perfilman.
Empat Dekade Perjalanan Majalah Model Indonesia
Perjalanan ajang Cover Girl, Boy & Kids tidak terlepas dari sejarah panjang Majalah Model Indonesia yang telah hadir selama 40 tahun.
Majalah tersebut pada awalnya berbentuk tabloid sebelum berkembang menjadi majalah pada 1986. Sejak saat itu, berbagai kegiatan pemilihan Cover Boy dan Cover Girl menjadi salah satu upaya dalam menemukan talenta muda Indonesia.
Beberapa nama yang pernah mengikuti ajang tersebut di antaranya Arzeti dan Oka Sugawa.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi informasi, Majalah Model Indonesia juga melakukan transformasi melalui platform digital.
Oka Sugawa: Talenta Daerah Perlu Mendapat Kesempatan
Aktor senior Oka Sugawa yang hadir sebagai salah satu dewan juri mengapresiasi penyelenggaraan Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026.
Oka memiliki keterkaitan dengan ajang tersebut karena pernah menjadi finalis Majalah Model Indonesia pada 1993.
“Saya dari finalis Majalah Model di tahun 1993. Sebagai salah satu dewan juri, saya senang dengan gelaran acara ini karena bisa mencari bibit muda di seluruh Nusantara untuk fashion show, akting, menyanyi,” ujar Oka.
Ia juga menyampaikan keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan YAPMI di berbagai daerah, seperti Papua, Makassar dan Kalimantan.
Pembinaan Generasi Muda Tidak Hanya soal Penampilan
Pembina YAPMI Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi, S.PB., FICS., DFM., mengatakan dirinya telah mendukung kegiatan pembinaan YAPMI selama sekitar 20 tahun.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya menilai aspek penampilan, tetapi juga harus membangun karakter dan memberikan edukasi positif.
“Kami membina anak-anak untuk sukses, bukan hanya arti cantik dan adu ganteng, tetapi juga supaya bebas dari bahaya narkoba,” kata Victor.
Ia menjelaskan, talenta yang dimiliki anak muda juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan positif mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba.
YAPMI Academy menjadi salah satu wadah yang dikembangkan untuk mendukung pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Kak Seto Ingatkan Anak untuk Percaya Diri
Psikolog anak Seto Mulyadi atau Kak Seto turut memberikan perhatian terhadap keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai panggung pengembangan bakat dapat menjadi ruang bagi anak untuk membangun rasa percaya diri dan mengeksplorasi kemampuan, selama tetap memperhatikan hak anak untuk tumbuh dan berkembang.
“Setiap anak bisa menjadi apa pun untuk sukses. Bukan hanya menjadi model. Setiap anak harus percaya diri dan bangga pada dirinya sendiri,” ujar Kak Seto.
Ia juga mengingatkan agar anak-anak tidak diberikan stigma negatif.
“Semua anak hebat dan itu harus dihargai,” katanya.
Harry De Fretes Apresiasi Peserta dari Berbagai Daerah
Dewan juri Harry De Fretes turut memberikan apresiasi terhadap upaya regenerasi talenta yang dilakukan YAPMI.
Harry mengatakan dirinya telah mengenal perjalanan YAPMI sejak dekade 1990-an. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan mengejar cita-cita.
“Saya senang bisa menjadi dewan juri di ajang pemilihan Cover Boy, Cover Girl dan Cover Kids yang digelar di ITC Cempaka Mas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberagaman peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Amazing, karena talentnya banyak yang dari daerah dan bagus-bagus,” kata Harry.
Hadirkan Busana dan Edukasi Perawatan Kulit
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga menghadirkan unsur industri kreatif lainnya.
Desainer nowme.clothing, Annisa F. Agrin, menampilkan koleksi busana bertema back to nature. Konsep tersebut terinspirasi dari nilai yang dikembangkan YAPMI.
Sementara itu, dokter spesialis dermatologi, venereologi dan estetika dr. Suci Budhiani, Sp.DVE., memberikan workshop mengenai perawatan kulit dan penampilan kepada para finalis.
Pembekalan tersebut diberikan untuk membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan kulit dan penampilan saat memasuki dunia modeling maupun industri hiburan.
Sembilan Peserta Raih Gelar di Tiga Kategori
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 mempertandingkan tiga kategori, yaitu Cover Kids, Cover Boys dan Cover Girls.
Kategori Cover Kids:
- Adreena Mikhayla Pouran Ancary, 7 tahun
- Khaylila Zhafira Maulidya, 7 tahun
- Nafisha Amelia Akbar, 5 tahun
Kategori Cover Boys:
- Muhammad Syamsul Islam
- Muhammad Iqbal Arrafiqi
- Athur Ebenetty Louis Gillet
Kategori Cover Girls:
- Prada Aisyah Esa Asmoro
- Chilla Jonita
- Margareth Nathania Siambaton
Peserta Berpeluang Terlibat dalam Film Sejarah Papua
Pengembangan talenta melalui ajang tersebut juga berkaitan dengan proyek film YAPMI berjudul "Im Gotes Name Tu Betraten Papua" yang mengangkat tema sejarah Papua.
Eksekutif Produser, Rudy Darmawanto mengatakan, film tersebut membawa pesan mengenai sejarah, perjuangan, kebinekaan, kemanusiaan dan toleransi antarumat beragama.
Menurut Rudy, cerita film terinspirasi dari perjalanan sejarah sejumlah tokoh yang memiliki hubungan dengan Papua dan Kesultanan Tidore.
“Film ini ingin memberikan pesan bahwa sesungguhnya founding father kita memberikan contoh yang baik bagaimana Sultan Tidore memberikan fasilitas kepada manusia untuk menyebarkan agama di Papua,” kata Rudy.
Ia menjelaskan, proses produksi tetap mempertahankan nilai sejarah sebagai dasar cerita, sementara pengembangan cerita masih dapat dilakukan selama proses produksi berlangsung.
Rudy menambahkan, proses casting dan penjajakan terhadap sejumlah aktor serta artis senior sedang dilakukan. Peserta Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga berpeluang mengikuti proses seleksi untuk terlibat dalam proyek film tersebut.
“Film ini adalah tontonan bagi semua anak bangsa. Ini contoh bagi sebuah pergaulan, toleransi dan keberagaman. Kita tidak perlu melihat latar belakang orang, tetapi semua anak manusia harus saling membantu,” ujar Rudy.
Melalui Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026, Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) berupaya memperluas jalur pembinaan talenta muda dari dunia modeling menuju berbagai bidang kreatif, termasuk seni peran, musik, pembawa acara dan perfilman. [Lia]







Posting Komentar