Film “Cek Khodam” Angkat Ketakutan Manusia Modern terhadap Cicilan dan Tanggal Tua

Yofamedia.com, Jakarta - Dee Company menggelar Press Screening dan Gala Premiere film Cek Khodam di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Film bergenre horor komedi ini menyajikan sudut pandang berbeda tentang ketakutan manusia modern yang tidak lagi hanya berkaitan dengan makhluk gaib.

Produser Cek Khodam, Dheeraj Kalwani, menjelaskan bahwa film tersebut hadir dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Berbagai tekanan ekonomi, mulai dari cicilan hingga kondisi keuangan pada akhir bulan, dinilai dapat menciptakan ketakutan yang lebih nyata daripada hantu.

“Manusia sekarang lebih takut pada cicilan, dompet kosong, dan tanggal tua. Hal-hal itu justru terasa lebih nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Dheeraj dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Jumat.

Menurut Dheeraj, tim produksi berusaha menghadirkan persoalan keseharian melalui kemasan horor yang ringan dan menghibur. Konsep tersebut juga menjadi dasar pengembangan naskah film yang telah mengalami beberapa kali perubahan.

Ia mengungkapkan bahwa tim produksi akhirnya menggunakan naskah versi ketiga. Versi tersebut dipilih karena dianggap paling relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Naskah ini sudah mengalami beberapa perubahan. Versi ketiga yang kami pilih karena paling relatable dan paling sesuai dengan kehidupan manusia sekarang,” ujarnya.

Film Cek Khodam dibangun melalui gagasan tentang perubahan cara manusia menghadapi rasa takut. Dalam cerita tersebut, manusia mulai tidak takut terhadap makhluk gaib. Situasi itu justru membuat dunia khodam mengalami kepanikan karena hantu tidak lagi menjadi sumber ketakutan utama.

Sutradara Cek Khodam, Jeropoint, mengatakan gagasan film tersebut turut terinspirasi oleh fenomena konten horor di media sosial. Saat ini, lanjut dia, berbagai peristiwa menyeramkan tidak selalu membuat seseorang menjauh. Sebagian orang justru merekamnya untuk dijadikan konten.

“Sekarang banyak content creator yang bertemu hal-hal seram, tetapi bukannya takut, malah direkam dan dijadikan konten. Fenomena itu menarik untuk dikembangkan menjadi cerita,” kata Jeropoint.

Jeropoint menilai fenomena tersebut membuka ruang baru bagi pengembangan film horor komedi. Sosok hantu dalam film tidak hanya berfungsi sebagai sumber teror, tetapi juga menjadi bagian dari situasi lucu yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat masa kini.

Unsur komedi dalam film juga diperkuat melalui penggunaan lagu yang sedang populer. Jeropoint mengatakan pemilihan lagu tersebut tidak direncanakan sejak awal, tetapi muncul secara spontan selama proses produksi.

“Pemilihan lagunya spontan. Kami merasa lagu tersebut cocok dengan adegan dan bisa membuat unsur komedinya semakin kuat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dheeraj turut menanggapi persaingan film Indonesia dengan sejumlah film Hollywood yang tayang pada Juli 2026. Ia tetap optimistis Cek Khodam dapat menarik perhatian penonton karena genre horor komedi memiliki pasar tersendiri.

“Kami yakin horor komedi punya pasarnya sendiri. Penonton film Indonesia juga mempunyai selera yang berbeda ketika ingin menikmati cerita mistis yang menghibur,” katanya.

Acara Press Screening dan Gala Premiere tersebut turut dihadiri Jirayut, Saputra Kori, Benidictus, Rowiena Umbuh, Ence Bagus, Adi Sudirja, Fahira Almira, Cetul Leatheart, Anggie Williams, Fanny Fadilah, serta jajaran pemain dan kru film lainnya.

Melalui perpaduan cerita horor, komedi, dan tekanan hidup sehari-hari, Cek Khodam menggambarkan manusia modern yang lebih cemas menghadapi cicilan, persoalan ekonomi, dan tanggal tua daripada berhadapan dengan hantu. Film Cek Khodam dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026. [Lia]

0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama
YofaMedia - Your Favourite Media
Ads2