Inti ceritanya, seorang ibu tunggal bernama Naya (diperankan oleh Hana Malasan) harus merelakan kariernya demi merawat sang anak, Aksa (Jared Ali), yang memiliki penyakit bawaan sejak lahir. Ketika Naya berpisah dengan sang suami (Ibnu Jamil), kehidupan Naya semakin menantang.
Saat sakit bawaan Aksa semakin parah dan membuatnya harus menjalani perawatan, Naya diuji kekuatannya baik sebagai ibu dan seorang manusia.
Disutradarai oleh Pritagita Arianegara, yang dalam setiap filmnya selalu berbicara tentang relasi ibu dan anak, ia memberikan sebuah perjalanan emosional yang menyentuh dari kisah Naya dan Aksa.
Penonton diajak untuk merasakan dan memaknai arti cinta tanpa syarat, dari sudut pandang seorang ibu. Film ini dibintangi oleh Hana Malasan, Jared Ali, Ibnu Jamil, Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Vonny Anggraini, Yurike Prastika, Mario Irwinsyah, dan Leroy Osmani. Film ini juga menjadi debut aktris Dinda Hauw sebagai produser, bersama Dara Dwitanti.
Kupeluk Kamu Selamanya juga menjadi debut pembalap Indonesia Sean Gelael di industri perfilman dengan menjadi produser eksekutif film ini, bersama Angga Dwimas Sasongko.
“Saya ingin penonton pulang dan menyadari, bahwa kita memiliki cinta yang tidak akan pernah selesai, yakni cinta seorang ibu kepada anaknya. Namun, ketika cinta itu selesai, itu menjadi sebuah kenangan yang juga tidak akan pernah akan hilang.,” kata sutradara Pritagita Arianegara usai press screening di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, 23 April 2026.
“Bisa dibilang, ini cerita yang sangat banyak dijumpai sehari-hari, tema tentang keluarga, ibu dan anak ini punya sudut pandang yang berbeda, lebih kepada memotret realita,” sambungnya.
Bagi Hana Malasan, ia memaknai sebuah cinta tanpa syarat adalah saat memberikan sesuatu tanpa berharap imbal balik. Namun, lewat karakter Naya, Hana juga melihat sebuah refleksi bahwa perempuan, terutama ibu, kerap kali dianggap selalu kuat, sehingga merasa tidak butuh pertolongan dari orang di sekitarnya.
“Naya mengajarkan kita untuk jangan lupa meminta tolong. Tidak apa-apa jika kita terlihat rapuh, karena itu sangat manusiawi. Rapuh itu juga bagian dari emosi manusia yang harus kita terima,” terang Hana.
“Film ini sebenarnya juga cerita tentang perjuangan seorang ibu untuk bisa berdamai dengan kehidupan. Seorang ibu yang sudah berdamai dengan hidupnya sendiri, sebenarnya akan terefleksi ke orang-orang sekitar. Terkadang itu yang dilupakan, karena terlalu fokus untuk menjadi ibu yang kuat dan sempurna, padahal sebenarnya ibu juga manusia, dan manusia tidak sempurna,” tambahnya.
Bagi Ibnu Jamil, film Kupeluk Kamu Selamanya juga terasa sangat manusiawi, saat Pritagita memotret para karakternya tidak benar-benar hitam putih antara protagonis-antagonis.
Kupeluk Kamu Selamanya yang juga menceritakan tentang perjalanan orangtua tunggal dalam memperjuangkan anaknya, juga menjadi bentuk refleksi untuk para orangtua yang sering merasa paling tahu apa yang dibutuhkan sang anak.
“Film ini adalah perjuangan orangtua tunggal dengan segala macam bentuk cara dan keterbatasannya untuk merawat anaknya. Hebatnya, tidak ada yang antagonis, karena di dunia nyata pun tidak ada yang hitam-putih, tergantung melihatnya bagaimana, setiap orang punya sudut pandang masing-masing,” jelas Ibnu Jamil.
Kupeluk Kamu Selamanya tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia. Saksikan dan resapi makna #CintaTanpaSyarat di film ini yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati dan membuka perspektif baru tentang arti keluarga. [Red]


Posting Komentar