PROGRAM RUMAH MBR YANG DICANANGKAN PRESIDEN JOKOWI ALAMI GANJALAN TERUTAMA DI DAERAH PROPINSI KALBAR


Yofamedia.com, Kalimantan -- Program Sejuta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)  yang sejatinya menjadi Program yang di canangkan Presiden Jokowi, mengalami beberapa ganjalan terutama di wilayah Propinsi Kalimantan Barat.

Seperti halnya yang terjadi pada pembangunan  3000 unit perumahan bersubsidi yang di bangun oleh salah satu pengembang Kalimantan Barat yang terletak di Kumpai Kecil, Desa Kuala Dua, kecamatan Sungai Raya, kabupaten  Kubu Raya, provinsi Kalimantan Barat.

Perumahan Istana Griya 1 sebagai anggota asosiasi pengembang perumahan Indonesia telah di rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Badarudin Alfaruq selaku marketing pengembang Perumahan Istana Griya I, Kubu Raya Kalimantan Barat, jumatt (03/11/2017).

"Perumahan yang merupakan bagian progran sejuta rumah ini telah mengantongi izin, tapi kenapa masih juga di ganggu oleh oknum tidak bertanggung jawab," ujar Badarudin.

"Aksi pengerusakan terhadap perumahan yang tengah di bangun itu, dilakukan oleh 70 hingga 100 orang dalam setiap harinya. Dalam aksinya mereka menggunakan alat palu, gergaji, cangkul, dan alat penggali tanah", terangnya Badarudin.

Ia juga mengatakan, bahwa mereka melakukan aksinya dengan cara memagar kompleks pembangunan perumahan, menimbun akses jalan fasum (fasilitas umum) perumahan dengan tanah galian.

Selain itu mereka juga membuat parit dan memutus jalan dengan parit-parit tersebut.
Nekatnya lagi kata Badarudin, di areal perumahan tersebut sengaja di ganjal dengan di tanami pohon kelapa sawit.

Bahkan oknum tidak bertanggung jawab tersebut mendirikan pos sebanyak 3 titik. Bahkan gilanya lagi, pos.didirikan di tengah jalan perumahan.

Dengan memasang tulisan bernuansa provokasi. Mereka sengaja memasang informasi dokumen palsu. Semisal, tanah ini seluas 40 Ha milik ahli waris Drs Aliudin Saini. Lantas peta tanpa cap dan tanda tangan Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang mengatas namakan peta dari Kepolisian.

Masih menurut Badarudin, mereka berani melakukan aksi pengerusakan itu lantaran di duga di bekingi oleh oknum Polisi di kawasan Kalimantan Barat.

Hampir setiap hari selama 2 minggu puluhan oknum aparat Kepolisian mendatangi lokasi pengerjaan proyek Istana Griya 1 yang pada akhirnya menghambat  pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini.

"Tidak mesti di uraikan secara rinci, toh nanti dengan sendirinya akan tahu punya siapa dan oleh PT apa", ungkapnya Badarudin kembali.

"Kami berharap agar pihak kepolisian, dalam hal ini Mabes Polri melakukan tindakan tegas terhadap oknum Anggota Polri yang turut terlibat di belakang aksi pengerusakan perumahan Perumahan Istana Griya I, Kubu Raya Kalimantan Barat,"  pungkasnya. Badarudin.
[Why/Ev]

0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama
YofaMedia - Your Favourite Media
Ads2