Lewat Program Goes to School, Panitia Pelaksana Ajak Anak Jalanan Terlibat Asian Games 2018


YofaMedia.Com, Jakarta, 5 Mei 2018 - Panitia Pelaksana Asian Games 2018 berupaya untuk menanamkan nilai-nilai olahraga seperti nilai sportifitas, disiplin dan kerja keras kepada anak Indonesia, pada kesempatan kali ini, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 menggandeng Yayasan Tri Kusuma Bangsa untuk melakukan edukasi nilai olahraga dan mengajak anak jalanan untuk ikut terlibat di dalam perhelatan Asian Games 2018 yang sebentar lagi dimulai.

Kegiatan Asian Games Goes to School bersama Yayasan Tri Kusuma Bangsa yang dilaksanakan pada Yayasan Tri Kusuma Bangsa adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan khususnya anak-anak kurang mampu, dan anak-anak penyandang disabilitas. 

Yayasan yang berdiri sejak tahun 2012 memiliki anak asuh atau anak didik yang tidak sedikit dan tersebar di beberapa daerah seperti Jakarta, Blitar, Baduy dan beberapa sekolah lainnya.

DR. Devie Rahmawati, pengamat sosial dan Kepala Program Studi Vokasi Universitas Indonesia mengatakan bahwa Kehadiran Panitia Pelaksana Asian Games 2018 untuk melibatkan anak-anak jalanan dalam perhelatan akbar ini menjadi momentum penting bagi memori kolektif anak-anak jalanan. “Secara psikologis, pertama, mereka akan memiliki tingkat kepercayaan diri baru, ketika Panitia Pelaksana Asian Games, khususnya para atlit memompa semangat perjuangan, kerja keras yang dimiliki para atlet kepada anak-anak jalanan. Kedua, anak-anak akan merasa memiliki harga diri, karena kehadiran mereka diperhatikan dan menjadi bagian dari sebuah perhelatan dunia. Ini akan menjadi pengalaman mental yang besar bagi mereka.” Jelas Devie.

Devie juga menambahkan secara sosiologis, tentu saja ini menjadi momentum untuk menangkat kembali perhatian publik bahwa ada anak-anak kita yang terabaikan dari sistem sosial yang berkeadilan. Negara akan merugi, bila faktanya ada di antara anak-anak ini yang ternyata bila mendapatkan pendidikan yang tepat dapat menjadi calon-calon pemimpin bangsa melalui olahraga misalnya.

“Oleh karenanya, program seperti ini memberikan pesan simbolik bahwa kejayaan sebuah bangsa dalam bidang olahraga, tidak akan mungkin terwujud bila tidak dibina semenjak dini melalui pembinaan anak-anak. Maka dari itu, kita tidak boleh abaikan dengan satu anak sekalipun, karena itu berarti kita melepas peluang lahirnya bintang-bintang olahraga di masa datang.” kata Devie.

Menurut Devie, data global menunjukkan bahwa jumlah anak-anak yang menghuni bumi kurang lebih 50% populasi penduduk dunia, dan mereka adalah entitas yang sangat rentan. Anak-anak memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap orang dewasa, yang menjadikan mereka dalam posisi yang lemah, sehingga mudah untuk dimanipulasi dan dipengaruhi baik secara fisik dan psikis. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan bagi profil anak-anak yang kurang beruntung karena harus berada di jalanan. Anak-anak yang semestinya mendapatkan perlindungan dalam hal moral, material dan spiritual, menjadi kehilangan hak-hak tersebut ketika berada di jalanan.

Sementara itu, Any Kusuma dewi, Ketua Yayasan Tri Kusuma Bangsa mengatakan bahwa Asian Games adalah event besar sebuah perlombaan olah raga dan dari olah raga mengajarkan bukan hanya kekuatan jasmani saja, tetapi juga sebuah sportivitas, kerjasama dan meningkatkan rasa kepercayaan diri. “Anak-anak marginal yang bekerja dijalanan serta anak-anak difabel sangat memerlukan hal-hal tersebut untuk menunjang perkembangan mereka baik fisik atau mental secara utuh,” Kata Any.

“Saya mewakili keluarga besar Yayasan Tri Kusuma Bangsa berterima kasih atas kesempatan luar biasa yang diberikan kepada kami dan anak- anak didik kami khususnya, karena telah dilibatkan dalam kegiatan 18th ASIAN GAMES Goes To School ini “ tambah Any.
[Why]

0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama
YofaMedia - Your Favourite Media
Ads2