PAPARAN KINERJA PER 30 SEPTEMBER 2017 PT BANK BTN TBK PUSAT


Yofamedia.com, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, optimistis mampu mencapai target perseroan pada akhir tahun ini.

Optimisme tersebut didukung realisasi kinerja pada kuartal lll/2017 yang mencatatkan laju posrtri ditopang pertumbuhan di berbagai line bisnis.

Adapun mengakhiri kuartal lll/2017, Bank BTN mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp 2 triliun atau naik 24% secara tahunan (yearon-yeariyoy) dari Rp1.62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, “Dengan pertumbuhan positif bisnis perseroan pada kuartal lll/2017 tersebut semakin mengukuhkan optimistis perseroan untuk mencapai kinerja pada akhir tahun nanti".

“Meski tahun ini diwarnai berbagai tantangan global, namun kami meyakini tetap mampu mencapai target yang telah ditetapkan pada 2017 didukung berbagai inovasi dan transformasi, serta kebijakan pemerintah yang proaktif dalam memberikan stimulus bagi pertumbuhan industri khususnya perbankan serta properti," jelas Maryono dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal lll/2017 di Menara BTN, Jakarta, Senin (23/10 2017).

Untuk laba bersih Bank BTN pada kuartal lll/2017 tersebut disumbang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik.16,95% yoy dan Rp5.59 pada September 2016 menjadi Rp6,54 triliun.

Kenaikan Nll tersebut bersumber dan peningkatan kredit dan pembrayaan.
Pertumbuhan Nil juga didukung beban bunga yang mencatatkan kenaikan yang lebih lambat dibanding peningkatan pendapatan bunga.

Beban bunga Bank BTN tercatat hanya tumbuh sebesar 9,21% per September 2017, atau berada di bawah kenaikan pendapatan bunga sebesar 12,59% .

Maryono memaparkan pada kuartal Ill/2017, Bank BTN juga terus mencetak pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang berada di atas rata-rata industri perbankan nasional.

Pada September 2017, kredit dan pembiayaan Bank BTN naik sebesar 19.95% yoy atau naik dari Rp153,81 triliun pada kuartal lll/2016 menjadi Rp184,5 triliun.

Adapun, dari data bank sentral menunjukkan pinjaman yang disalurkan perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,3% yoy per Agustus 2017.

Kenaikan pinjaman saham BBTN tersebut disokong peningkatan kredit perumahan yang menempati porsi sebesar 90,61% dari total pinjaman .

Per September 2017, kredit perumahan Bank BTN tercatat naik 19,32%  menjadi Rp167.16 triliun.

Di segmen ini, Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi mencatatkan kenaikan paling tinggi atau sebesar 30.78% yoy menjadi Rp68.34 triliun pada September 2017.
Dengan capaian tersebut, per September 2017, Bank BTN menguasai 96.69% pangsa pasar KPR subsidi.
Di samping itu, untuk KPR secara keseluruhan, Bank BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 35,62% per Juni 2017.
Kredit konstruksi dan KPR non-subsidi pun mencetak pertumbuhan posit’f sebesar masing-masing 17,87% yoy dan 12,59% yoy.
Kredit non-perumahan pun turut mencetak kinerja positif. Pada kuartal lii/2017, kredrt non-perumahan Bank BTN naik 26,44% yoy menjadi Rp17,33 triliun.
Dengan tumbuhnya kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut, lanjut Maryono, juga turut meningkatkan total aset perseroan.
Pada kuartal Ill 2017 aset Bank BTN naik 17,56% yoy menjadi Rp231,93 triliun atau naik dari Rp197,29 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pinjaman yang disalurkan Bank BTN juga diiringi dengan perbaikan kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah (non-perfonning loan/NPL) gross Bank BTN pada September 2017 terpantau turun dari 3,6% di September 2016 menjadi 3,07%.
NPL nett Bank BTN per September 2017 pun tercatat sebesar 2,06% atau turun dari 2,4% pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan laju positif pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut, Bank BTN juga mencatatkan kenaikan dana pihak ketiga (DPK). Per September 2017, DPK Bank BTN tercatat naik 13,96% yoy menjadi Rp168,05 triliun.
Peningkatan DPK tersebut didukung kenaikan penghimpunan tabungan yang melesat 27,83% yoy menjadi Rp37,17 triliun.
Kemudian, giro pun tercatatnaik 16,65% yoy menjadi Rp44,51 triliun.
Dengan pertumbuhan tersebut, Bank BTN berhasil meningkatkan dana murah dari 45,59% pada September 2016 menjadi 48,6 di bulan yang sama tahun ini.
Pendanaan Bank BTN pun kian menguat dengan posisi liquidity coverage ratio (LCR) yang berada di level 154,56% atau cukup unguk membiayai pertumbuhan kredit.
[Red/Rilis].

0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama
YofaMedia - Your Favourite Media
Ads2